Pengurusan SIM 19 Juli 2008
Telat seminggu sudah SIMku tidak berlaku, dan seharusnya aku mengurusnya seminggu sebelum masa berlaku habis, tapi apa daya aku ternyata lupa….
Nah berikut akan kuceritakan sedikit mengenai bagaimana proses pembuatan SIM baru yang rumit, njelimet dll…Aku terpaksa membuat SIM baru karena malas mengurus surat mutasi di Lampung kemudian karena masa berlaku SIM sudah habis, otomatis gak bisa diperpanjang (yah setidaknya aku mendapat pelajaran lah, kalo mau memperpanjang SIM jangan mepet2 ya…). Nie gambar tata cara pembuatan SIM plus gambaran lokasi ujian SIM motor.
Berikut prosesnya:
1. Proses 1 tes kesehatan, tes kesehatan aku lakukan pada hari seninnya, pagi2, sebenarnya niat untuk bikin SIMnya adalah pada hari itu, cuma karena melihat sangat antre, maka malaslah aku untuk melanjutkan proses yang masih panjang itu. Lagian setelah bertanya, mendapat jawaban bahwa hasil tes kesehatan akan berlaku selama 2 bulan. Akhirnya aku hanya memutuskan untuk kembali ke Telkom saja.
2. Proses 2 pendaftaran administrasi
Nah, ini aku lakukan pada hari Jum’at dalam minggu yang sama. Aku tiba pk.8.00 dan sangat kecewa karena harus menerima kenyataan bahwa loket baru akan buka pk.8.30. Ya sudah saya menungguu saja saudara2, tapi sebal saya kena tipu oleh orang tidak bermoral, yang notabenenya adalah petugas kepolisian…Hmm..tambah tidak respect nih dengan petugas kepolisian. Jadi ceritanya saya disuruh beli map dulu di fotocopyan di warung yang masih berada di komplek kantor polisi. Y sudah akhirnya saya melakukan apa yang dia suruh namun ternyata toko belum buka, ya sudah saya menunggu dan ternyata lagi setelah saya tanya ke ibu2 polisi yang ada disana, jawabannya adalah “Tidak perlu beli map, karena nanti dikasih dari kepolisian”..Arghh…dasar penipu!!! Sebal..!!!Ingin saya menemui orang tadi tapi saya tidak ingat muka dia seperti apa tadi. Dan setelah saya kembali ke antrian, sudah ada 3 orang yang menunggu. Jadilah saya yang tadinya berada di urutan pertama sekarang harus mundur jadi urutan ketiga. Kurang ajar si bapak sialan tadi.
Semakin lama loket semakin penuh dengan antrian dan begitu loket dibuka, kurang ajar lagi nih orang2, seenaknya saja mendesak2ku (mentang badanku kecil) untuk meletakkan berkas mereka duluan…Arrghhhh lagi…..Sebal kesekian kali…Di loket ini kita membayar asuransi yang sampe sekarang belum aku ambil tuh asuransi. Entah berkasnya dimana sekarang.
Loket selanjutnya adalah loket ga jelas dan belum buka juga sampe pengurusan asuransi selesai.Ya ampun kekurangan orang gitu disini…sampe segitunya harus nungguin proses di satu loket selesai…Padahal banyak kok tuh bapak-bapak yang ngakunya polisi kerjaannya cuma ngerokok dan nongkrong2 di depan. Hadoh mau jadi ap bangsa kita ini…
Di loket ini dipanggilin satu2 terus cuma ngecek data pribadi aj saudara2…Argh…setelah nunggu sekian lama cuma disuruh ngecek doank…Repot deh…
Beranjak ke loket pembayaran…Disini baru kita disuruh bayar…Nunggu lagi…Bayarnya sih murah lah 75 ribu…tapi ditambah asuransi jadi 90 ribu. Dapet tiket untuk tes teori. Yup proses administrasi yang begitu ribet dari loket satu ke loket lainnya…
3. Tes teori
Tibalah aku kepada tes teori.Tes teori = tes PPKn,yah gampang2 susah sih, tapi lumayanlah buat pengalaman (karena dua kali bikin SIM dua kali nyogok saya). Tes teori lancar tapi pengumumannya baru muncul esoknya. Ya sudah kembalilah saya ke kantor.
Sampai jumpa di hari ketiga pembuatan SIM… masih panjang sampe akhirnya aku menyerah dan meminta tolong pada seorang calo dengan mengupahnya sebesar 80 ribu rupiah, gede juga tuh…Tapi aku sudah tak tahan dengan perlakuan polisi2 sialan..(well sebenarnya cuma polisi bagian SIM dan lalu lintas yang gak aku respect, yang lainnya masih adalah sedikit rasa respect)




