Our Plan
Akhirnya setelah sekian lama, aku mencoba menulis lagi. Tulisan pertama setelah menyandang status sebagai istri,
.
Kali ini mau menulis tentang rencana kita beberapa tahun ke depan. Tujuannya untuk mengingatkan aj supaya kita bener2 berusaha untuk mencapainya.
Berikut beberapa rencana sederhana kita:
- Pingin punya rumah yang nantinya akan ditempati keluarga kecil kita sebelum 2012, lokasinya yang sejuk dan segar yaitu sekitaran Bogor. Di awal-awal rumah ini akan disewakan saja untuk menambah tabungan kita.
- Aku akan menyusul suamiku tercinta paling lambat adalah akhir September 2012 ke Singapore. Sebenarnya masih belum yakin akan keputusan ini, masih cinta Indonesia alias masih punya kehidupan yang kusenangi disini, sambil minta petunjuk aj deh yang mana yang terbaik.
- Aku harus mempersiapkan”mau apa aku disana”, dengan cara sebagai berikut:
a. Cari Beasiswa, agak berat sih secara ga ada prestasi akademikku yang menjanjikan, tapi harus dicoba. Terkait dengan ini, lagi plan untuk tes TOEFL iBT yang jadwalnya adalah April 2012, mengingat persiapan minimal dilakukan 4 bulan sebelum tes harus dilakukan. Targetnya harus bisa mendapat nilai minimal 90.
b. Cari kerja, dengan bidang yang ak geluti sekarang di Kantor yaitu Oracle E-Business Suite. Oleh karenanya, harus memperdalam kompetensi di bidang ini. Salah satu target yang ingin dicapai adalah minimal mendapatkan 1 sertifikasi di salah satu bidang pelatihan sebelum Juni 2012.
Sementara itu dulu rencana kita, ada satu rencana yang masih dalam perdebatan yaitu masalah kapan kita punya anak. Sampai aku menulis ini, aku masih menjalankan KB, Sebenarnya aku pingin secepatnya punya anak tapi suami belum setuju sepenuhnya karena masih belum menyatu dalam satu atap. Mudah-mudahan tidak ada masalah ketika kita memang sudah memutuskan untuk memiliki anak kelak.
Sekian.
Resolusi 2010
hai..hai..blogging lagi…
mumpung masih awal tahun jadi masih hangat dengan kata resolusi..hehehe:D
jadi dsini ak akan menjabarkan resolusiku untuk tahun 2010, namun sebelumny mari kita lihat apa saja yang sudah tercapai di tahun 2009 lalu.
Tahun 2009
1. Lulus dari Kampus Gajah Duduk dengan IP > 3.0, wah senangnya.
2. Mendapat pekerjaan yang settle walaupun perusahaannya tidak terlalu bonafit tapi alhamdulillah (anggap saja ini sebagai langkah awal).
3. Sudah mulai belajar berinvestasi, dampak dari kerajinanku menabung.
Tahun 2010
1. Meningkatkan syukur, rasa ikhlas dan beribadah kepada-Nya.
2. Menambah ilmu (segala ilmu, dari ilmu umum, sesuai bidang, bahasa, sampai ke ilmu agama, ayo terus belajar!!!).
3. Memperdalam lagi bahasa Inggris dan mencari kesempatan beasiswa S2 yang menarik.
4. Terus belajar berinvestasi dan mencari aset.
5. Mencari pekerjaan baru.
6. Mulai memikirkan untuk berumah tangga.
7. Berkeliling indonesia bersama teman-teman.
Baiklah kurasa sekian dan terima kasih. Mudah-mudahan apa yang kutulis ini dapat terwujud.
Tulislah mimpimu maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu
Jangan mengeluh, positive thinking, jangan menyerah, sabar dan ikhlas, terus bersyukur
Need something to do please
It’s been 2 weeks I have been working at PT. Jasamarga (Persero), Tbk. Then what things I have been given to this company? I think nothing, yup nothing…
I have not done anything yet. could you give me some work to do please?
Mr. Asep said that it almost happens all the time for new comers like me. What you have to do just feel patient, then after a month you will get something to do.
Bored, bored, bored. That’s what I feel.Afraid of having brain degradation (hahaha…).
Want to browse but have slow and limited connection .
Want to explore something but have broken USB port (so I could not bring some materials from home and depend all the time to others to share the files)
But I should say Alhamdulillah for all of these.
Kata peramal: “Kalian tidak berjodoh”
At 10.40 PM — I kill the mosquito .
Apa yang akan kamu rasakan ketika seseorang menyampaikan itu kepadamu terlebih setelah kamu menjalani hubungan cukup lama? Ada dua pilihan reaksi utama terhadap pernyataan tersebut yaitu percaya dan tidak percaya. Perasaan turunan dari reaksi percaya adalah sedih, takut, khawatir, dan rasanya ingin segera melamar si dia. Ketika tidak percaya tentu akan cuek-cuek dan melupakannya begitu saja.
Nah reaksiku ketika calon suamiku memberitahu hal tsb adalah setengah percaya dan setengah tidak percaya (let say 20% in believe).
Namun, setelah hanya semalam aku memikirkannya tingkat ketidakpercayaanku menjadi 100% dan semakin yakin akan pilihanNya yang terbaik sehingga yang kulakukan sekarang adalah terus berdoa agar kita memang berjodoh nantinya.
Well, whatever the fortune-teller says, one good thing has just happened to our relationship that is become more lovable and care.
I love you……
Start to write again – waiting for sidang
Yup setelah hampir 6 bulan kutinggalkan blog ini (karena urusan2 yang ga jelas, hehe:p) akhirnya aku akan kembali menulis lagi dan bertekad untuk terus menulis.Kali ini aku tidak mengangkat topik khusus karena ini merupakan pernyataan akan keinginanku untuk menulis lagi sembari menunggu waktu sidang yang tak kunjung datang (oh madame putri, why do you ingore me? yah, I know you are Kaprodi right now). Nungguin waktu sidang emang ga enak banget, hati tak tenang, mau cari kerja ga bisa, main-main juga ga bisa. Kerjaanku selama kurang lebih satu minggu ini menunggu waktu sidang adalah kerjaan ga penting dan tidak menghasilkan tentunya. Aku bosan, oleh karenanya aku berencana untuk seminggu ke depan mengisinya dengan beberapa kegiatan, seperti:
- Les nyetir (udah 3x pertemuan), target: HARUS bisa bawa Jazz
- Eksplorasi dan ngulik2 berbagai hal terkait dengan Web, lagi pingin belajar - Programming Web Dasar : Css, JS, dan PHP (Web 2.0 dan Web 3.0) - All About XML - All About Web Services - All About Mobile
- Kelanjutan dari nomor 2, terus mencari dan mencari pekerjaan (untuk ini aku masih bingung Ya Allah mau dibawa kemana ya diriku ini)
- Menghadiri presentasi Oracle Indonesia Hari Kamis
- Menghadiri pernikahan best friendku di SD yaitu Intan Rizki Sari Sumarna di Jakarta Hari Sabtu
- Tetap dengan kegiatan rutinku menjemput ITA dan melihat email dari Pak Ade
Ok, tetep semangat dan jangan menyerah… sekecil apapun usahamu yakinlah akan memperbaiki taraf kehidupanmu.
Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Para Pahlawan
Sekarang genap sudah 63 tahun usia kemerdekaan Indonesia secara dihitung dari 17 Agustus 1945. Tadi sempet nonton Jika Aku Menjadi (which is the best reality show), dengan objek yang diangkat adalah kehidupan salah satu veteran (sebutan untuk pejuang kemerdekaan Indonesia yang sudah berusia tua). Melihat kehidupan Bapak Pejuang tersebut sangat memprihatinkan, yah tampak sekali segala yang beliau perjuangkan dulu sama sekali tidak berterima kasih kepadanya (walaupun Bapak Pejuang tidak peduli akan hal itu karena sesungguhnya keikhlasan ada pada dirinya).
Sekarang Bapak Pejuang hanya menjadi seorang pembuat tusuk sate yang tusuk satenya dihargai hanya 25 rupiah (mungkin dalam sehari hanya dapat 200 tusuk). Bapak bersama istri tercintanya harus berjuang untuk dapat membeli ikan asin sebagai makanan tiap harinya. Bayangkan nyawa yang mereka pertaruhkan seolah-olah tak ada artinya lagi.
Yah sekarang mungkin terlihat jelas sudah kenapa bangsa Indonesia tercinta tidak bisa melesat maju seperti negara-negara lain, sebab sepele memang kedengarannya.
Tadi juga disebutkan bahwa sudah disediakan pensiunan khusus bagi para veteran sebesar 2 juta, namun masih saja disulitkan dengan adanya prosedur yang “aneh” dari pemerintah (ya mungkin untuk menghindari penipuan yang bisa terjadi kapanpun, tapi masa sih pemerintah benar-benar buta tidak bisa membedakan mana yang pejuang dan mana yang bukan, hadoh…).
Menyinggung juga perayaan hari kemerdekaan di Indonesia, dari mana ya asal usul adanya perlombaan untuk memperingatinya? Kalo sekarang mungkin model baru perayaan kemerdekaan di Indonesia, yaitu adanya pesta pora (pentas band dll). Dasar negara yang aneh,betapa ingin memperbaikimu, memajukanmu dan menegakkanmu…
Virtual Sosialisasi
Gatel untuk nulis
Hari ini dapet bacaan bagus dari Mia
ayo kita buat malaikat di subdivisi penerima syukur sibuk.
Makin menyadari bahwa syukur lebih dari mengucap kata Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah), namun untuk melontarkan kata tersebut saja susahnya bukan main. Bila dibandingkan antara kata keluhan yang keluar dari mulut kita dengan kata pujian tersebut, pasti menang kata keluhan.
Baiklah itu hanya intermezo saja untuk selalu diingat.
Yap aku ingin mengangkat mengenai sosialisasi virtual.
Bukan suatu hal yang baru atau istimewa, hanya ingin menulis saja. Kebanyakan dari kita mungkin sudah mengetahui atau bahkan melakukannya. Kalo menurut pandangan saya sosialisasi virtual berarti melakukan kegiatan sosialisasi sebut: bermasyarakat secara tidak terlihat atau tidak vertatap muka secara langsung. Lalu bagaimana bentuknya?
Hmm.. saya rasa tidak hanya orang IT saja yang sekarang familiar dengan Yeem, Friendster, Facebook, Blogging, dkk.
Saya pikir contoh-contoh diatas merupakan bentuk dari sosialisasi virtual yang dimaksud. Prasyarat utama agar terlaksana kegiatan tersebut hanyalah koneksi internet (walaupun saya pikir koneksi internet ini masih merupakan kebutuhan tersier bagi beberapa orang).
Lalu apa yang sebenarnya tujuan dari adanya sosialisasi virtual semacam itu? Klo menurut saya lagi, sangat bermanfaat bagi orang-orang introvert melakukan hubungan sosialisasi (kan tidak bertatap muka secara langsung). Dia tetap dapat eksis, yang nanti kedepannya secara bertahap akan membuat orang introvert tersebut membuka diri untuk bersosialisasi dengan dunia sebenarnya.
Nah cuman ada kekurangannya nih, ketika kita terlibat dalam sosialisasi virtual tersebut, masih ada beberapa yang tidak memberikan data keadaan sebenarnya, di kegiatan ini kita bisa menjelma menjadi siapa saja yang kita mau tanpa ketauan siapa kita (bisa aj dilacak siapa kita kalo mau).
Apapun mengenai sosialisasi virtualisasi, baik plus dan minusnya, yang penting adalah apa ya? Waduh bingung ni nulis penutupnya (aahahahahah:)) ).
Oke cukup sekian dan terima kasih.
1.06 pm @ISC, Telkom
<deadline nih tapi kok males ngerjainnya>
Tulisan Mempengaruhi Mood-mu Untuk Bekerja, is it right?
Entah kenapa hal itu aku rasakan, atau mungkin hanya perasaan saja. Hhmm…
Jadi ceritanya sekarang kan aku harus menyelesaikan tugasku yang ada di Telkom yaitu Guideline Data Center, target sih dipatok sekitar 2 bulan maksimum which means that tinggal 2 minggu lagi. Oleh karenanya sekarang lagi berkutat dengan infrastruktur data center. Setelah sekian lama mengeksplorasi apa itu data center dan berbagai hal terkait dengannya, maka sudah tiba saatnya untuk menuangkan dalam tulisan, dan ini adalah hal ter-tidak mau aku lakukan. Andai partnerku sudah menyelesaikannya dari dulu, kan tinggal memperbaiki aj gak usah ngerjain dari awal lagi, karena pembagian dari awal kan memang infrastruktur bagianmu (peace bay!, maklum kok karena banyak, jadi emang harus dibantuin).
Oh iya balik lagi ke judul mengenai tulisan. Yap, jadi setelah dipikir2 ntah kenapa mengetik dengan menggunakan format yang standar akan terasa sangat membosankan. Untuk Ms.Office 2008, format standar yang sudah dikenal adalah tulisan yaitu Calibri 11. Nah, setelah kurang lebih 2 jam aku berkutat dengan tulisan itu, aku dilanda kebosanan yang sangat…(Atau memang harusnya istirahat dulu kali ya…?), dan berbagai selingan kulakukan untuk menjauhkan kebosanan itu. Salah satunya dengan mem-blog ini.
Namun balik lagi, setelah 10-15 menit berpaling, masih belum ada gairah untuk menyentuh tulisan itu. And finally, aku mengubah jenis tulisan dengan alasan kali aj jadi enak ngebacanya. Dan ternyata berhasil, aku bangkit lagi untuk melakukan pekerjaanku. Hmm… ada sedikit make sense sih, karena kebosanan timbul kalo kita sudah melakukan sesuatu kegiatan yang rutin dan sama selama kurun waktu yang cukup lama.
Jadi kesimpulannya adalah cepat selesaikan pekerjaanmu agar tiada kebosanan dan kemalasan lagi yang mengganggumu…
11.00 am @ISC, Telkom
Masih 1 setengah bulan lagi
Wua masih 1 setengah bulan lagi aku disini (melaksanakan program Coop Telkom yang lamanya 3 bulan), lama…
Rasanya ingin segera kuselesaikan tugas ini, aku butuh juru ketik untuk menuangkan semua yang telah kueksplor selama ini.
Bosan rasanya…
Keinginanku hanya satu saat ini, LULUS…
Betapa 5 huruf itu begitu menggetarkan hatiku saat menyebutnya…
Bagaimana tips melawan kemalasan dan kebosanan ini?
Kata Zakka klo kita merasakan bosan dan malas adalah sesuatu yang wajar, malah membuat hidup kita lebih berarti, coba bayangin klo gak ada 2 rasa itu, aneh juga kan masa kita harus rajin terus dan melaksanakan pekerjaan yang sama terus…
Apapun itu semua harus disyukuri karena ini adalah nikmat dan anugerah-Mu.
Sekarang setelah melampiaskan rasa bosan dan malas ini, mari kita lanjutkan bekerja…
Chayooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo
10.36am @ISC, Telkom
Kisah Si Penebang Pohon
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk
menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi
kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang
pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan
area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah
ditentukan kepada si penebang pohon.
Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore
hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan
memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa!
Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum
pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang
bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7
batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi
hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin
bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.
“Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana
aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir
penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia
menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang
memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu
mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk
setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat
tenaga”. Kata si penebang.
“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan
kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil
luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan
kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya
semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu
untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang
sama dan hasil yang maksimal.
Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!”
perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap
terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai
mengasah kapak.
Istirahat bukan berarti berhenti ,
Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga
malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan
sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya,
yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk
menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur
ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis,
berwawasan dan selalu baru !